Menyambut hari lahirnya Pancasila, PCU menggelar Pekan Aplikasi Kreatif Pancasila Petranesian 2023. Mulai 29 Mei-2 Juni 2023 di kampus PCU, Gedung Q lantai 3 dan 4. Sejumlah kurang lebih 1000 orang baik itu mahasiswa PCU (Petra Christian University) dari berbagai program studi maupun masyarakat umum hadir.
Rektor PCU, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengungkapkan bahwa seminar mengenai Pancasila sangat penting. “Pancasila itu harta dan warisan amat berharga yang kita miliki sebagai bangsa, bahkan makin relevan di zaman yang terus berubah ini. Karenanya, pemahaman dan aplikasi Pancasila yang kontektual perlu terus menerus diajarkan secara kreatif kepada semua generasi muda, calon-calon pemimpin bangsa kita di era Indonesia Emas,” rinci Prof. Djwantoro.
Selama sepekan itu, acara yang diusung oleh Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) PCU ini bekerja sama dengan Petra Digital Institute dan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) menyiapkan beberapa rangkaian acara. Diantaranya lomba esai dan orasi Wawasan Kebangsaan tingkat SMA, Mahasiswa DMU mengajar Pancasila dengan proyek Multikultural di SD se-Surabaya, Pameran 23 booth pembelajaran Pancasila saat mahasiswa mengajar keragaman Indonesia, Seminar Wawasan Kebangsaan, Pameran Modul Digital Petraverse hingga Lokarya guru-guru Pancasila SMA se-Surabaya.
Seminar Wawasan Kebangsaan sendiri digelar pada hari Selasa, 30 Mei 2023 mulai pukul 10.00 WIB di Auditorium Gedung Q lantai 4 kampus PCU, Surabaya. Mengambil topik Pendidikan Pancasila bagi Gen Z di Era Digital menghadirkan tiga pembicara. Seminar ini juga disiarkan live streaming via YouTube di petra.id/SeminarPancasila2023.
Pembicara pertama menghadirkan Yudi Latif, Ph. D., seorang tokoh intelektual Pancasila akan membawakan topik setiap zaman dan generasi. “Pancasila is happiness of life,” ungkap Yudi Latif. Kemudian pembicara kedua menghadirkan Inayah Wulandari Wahid bicara mengenai Gen Z dan Pancasila. “Pancasila itu harus digunakan. Sama seperti mesin mobil, harus sering panaskan atau digunakan. Tidak akan ada gunanya jika tidak digunakan,”, tambah aktivis kebangsaan itu. Sementara itu pembicara ketiga yaitu Felix Pasila, Ph. D., seorang Direktur Petra Digital Institute akan membawakan topik mengenai teknologi dan pembelajaran Pancasila.
Saat seminar, Petra Digital Institute juga akan memperkenalkan inovasi baru yaitu modul digital Pancasila. Modul ini setara dengan 2 SKS (Satuan Kredit Semester) yang dapat diakses oleh Petranesian dan seluruh mahasiswa universitas rekanan yang telah bekerja sama dengan Petraverse.
Secara interaktif, Modul Digital Pancasila yang dapat diakses melalui laman petraverse.id ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami sejarah Pancasila, sumber nilai-nilai Pancasila, dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa sehingga memiliki jiwa Pancasila. Mahasiswa akan memiliki pemikiran kritis, analitis, kreatif, dan inovatif, kompetensi budaya, dan keterampilan pemecahan masalah setelah menyelesaikan modul ini. (Aj/padi)
Source: https://petra.ac.id/news/271


