SERVICE-LEARNING

SERVICE-LEARNING (S-L)

Berdampingan dengan program Community Outreach Program (COP), Petra Christian Universit (PCU) juga memiliki program Service-Learning yang terintegrasi dengan pembelajaran pada setiap Program Studi. 

Dikembangkan oleh John Dewey (1938), S-L merupakan sebuah pendekatan pendidikan yang mengacu pada experiential learning. Metode ini menyeimbangkan kebutuhan siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari di kelas dengan praktik langsung di lapangan bersama kelompok masyarakat yang terlibat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Karenanya, S-L juga dapat disebut sebagai kegiatan pengabdian pada masyarakat. Selain itu, program ini menyelaraskan antara pembelajaran di kelas sekaligus untuk mengembangkan pribadi siswa.

Beberapa langkah yang dilakukan dalam S-L berhubungan dengan proses persiapan, proses perencanaan, tindakan, serta refleksi. Dalam proses persiapan, siswa diperkenalkan pada proyek S-L serta tujuannya, juga menerima bimbingan dan pengarahan tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan guna berkontribusi secara efektif pada kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam proses perencanaan, siswa bekerja dengan instruktur mereka dan mitra masyarakat untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan masyarakat yang akan mereka tangani, menetapkan tujuan, dan menguraikan tugas dan garis waktu untuk proyek mereka.
Pada tindakan, siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan rencana yang disusunnya. Pada proses terakhir yakni refleksi, siswa terlibat dalam latihan refleksi untuk menghubungkan pengalaman mereka dengan pembelajaran akademik mereka. Mereka membahas dan menganalisis dampak pelayanan mereka terhadap masyarakat, mengevaluasi pertumbuhan pribadi mereka, dan mengeksplorasi hubungan antara teori dan praktik.
Setelah semua proses itu, maka ada penilaian. Siswa dan instruktur mengevaluasi hasil pembelajaran yang dicapai melalui proyek S-L.

Gallery Service Learning
Scroll to Top